Wednesday, 28/6/2017 | 8:52 UTC+0

Yuk, Berwisata Ke Museum Sejarah Di Jakarta

Yuk, Berwisata Ke Museum Sejarah Di Jakarta
Yuk, Berwisata Ke Museum Sejarah Di Jakarta

Yuk, Berwisata Ke Museum Sejarah Di Jakarta

Yuk, Berwisata Ke Museum Sejarah Di Jakarta. Tak selamanya Jakarta identik dengan kehidupan yang glamour, penuh kemacetan dan juga kriminalitas. Di sisi lain seperti pandangan Johanes Chandra Ekajaya, Jakarta ternyata menyimpan banyak bukti bersejarah berdirinya tanah air tercinta ini. Kota Jakarta berdiri sejak tahun 1527 yang merupakan saksi bisu dari perubahan yang telah terjadi di wilayahnya.

Salah satu bukti adanya tempat-tempat bersejarah di Jakarta adalah banyaknya gedung tua yang masih kokoh berdiri di kota ini. Gedung-gedung tersebut banyak yang dialihfungsikan sebagai museum ataupun kantor. Berikut tempat-tempat bersejarah sejak zaman dahulu kala di Jakarta.

Museum Bahari

Lokasi ini beralamat di jalan Pasar Ikan No. 1, letak Museum Bahari tak jauh dari pelabuhan Sunda Kelapa yang tak jauh dari kediaman Chandra Ekajaya. Sebelum menjadi museum, gedung ini merupakan gudang rempah-rempah pada masa kejayaan VOC. Karena kualitas bahan bangunan yang digunakan pada masa lalu itu bagus, ditambah perawatan yang rutin, gedung yang dibangun pada tahun 1652 ini masih berdiri kokoh. Kini gedung Museum Bahari termasuk dalam cagar budaya. Pengunjung museum bisa menyaksikan berbagai macam model kapal tradisional dan modern di Indonesia lengkap dengan berbagai jenis biota laut yang telah diawetkan.

Gedung Kesenian Jakarta

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda satu ini masih berdiri kokoh. Gedung Kesenian Jakarta beralamat di Jalan Gedung Kesenian No. 1 Jakarta Pusat. Bangunan ini dibangun pada tahun 1821 dengan nama “Theater Schouwburg Weltevreden”. Setelah beberapa kali mengalami perubahan fungsi, akhirnya gedung ini kembali ke fungsi utamanya pada tahun 1984. Setelah dilakukan renovasi tahun 1987 gedung ini resmi menggunakan nama Gedung Kesenian Jakarta. Ditempat ini juga sering mengadakan berbagai pertunjukan seni yang selalu ditonton oleh Johanes Chandra Ekajaya.

Museum Nasional

Gedung ini beralamat di Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Jakarta Pusat. Museum Nasional didirikan pada tahun 1778 oleh lembaga ilmu pengetahuan Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Tujuan gedung ini didirkan sebagai tempat menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda. Gedung ini merupakan museum pertama dan juga terbesar di Asia Tenggara. Gedung ini mempunyai koleksi sejarah paling lengkap, totalnya mencapai 140.000 buah. Disini bisa menemukan aneka arca, keramik, benda-beda prasejarah, kompas bahkan peta kuno juga ada lho. Museum nasional juga dikenal sebagai Museum Gajah.

Museum Sejarah Jakarta

Gedung ini terletak di Jl.Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat. Semula gedung ini merupakan balai kota tahun pada 1623 atau lebih tepatnya pada masa kejayaan VOC. Selain menjadi tempat balai kota, gedung ini menjadi tempat beribadah dan kantor catatan sipil.

Tempat ini memiliki sejarah yang panjang. Setelah melalui proses yang cukup panjang, Museum Sejarah Jakarta akhirnya diresmikan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan dibuka untuk umum tahun 1939. Pada tahun 1974, gedung ini dialihfungsikan sebagai tempat penyimpanan rekaman sejarah berdirinya kota Jakarta sejak tahun 1527.

Gedung Joang 45

Bangunan yang beralamat di Jl. Menteng Raya No.31, Jakarta Pusat ini awalnya merupakan sebuah hotel. Bangunan ini didirikan pada tahun 1920-an. Hotel ini dikelola oleh keluarga L.C. Schomper yang merupakan salah satu warga Belanda dan sudah lama tinggal di Batavia. Pada zaman dahulu hotel ini terkenal dengan kemewahannya dengan interiornya yang megah. Setelah beberapa kali mengalami alih fungsi, akhirnya pada tahun 1974 dijadikan museum oleh Presiden Soeharto. Di Gedung Joang 45 ini terdapat sejarah perjuangan kemerdekaan RI. Gedung Joang 45i menyimpan koleksi peninggalan peralatan perang gerilya, atribut dan seragam ketentaraan.