Saturday, 24/6/2017 | 7:07 UTC+0

Yohanes Chandra Ekajaya Ilmiahkan Moksa

Yohanes Chandra Ekajaya Ilmiahkan Moksa Kosmos

Sebagai seorang akademisi, Yohanes Chandra Ekajaya mempunyai visi dan misi untuk mengilmiahkan segala hal yang dianggap mistis. Dari ratusan ribu bahkan jutaan istilah mistik di Indonesia, ia memilih istilah moksa untuk diilmiahkan. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat tertarik dengan terminologi moksa serta prosesi dan fenomena yang menyertainya. Berdasarkan literasi kuno, Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa kebiasan moksa biasa dilakukan oleh para raja atau bangsawan zaman dahulu.

Tempat yang dipilih untuk melakukan moksa biasanya tempat yang sepi, seperti pantai atau puncak gunung. Karena menurut penuturan leluhur, tempat yang digunakan moksa biasanya akan menjadi kering kerontang dan bahkan terkesan hangus karena terkena dampak prosesi moksa. Bila diterjemahkan ke bahasa ilmiah, Yohanes Chandra Ekajaya mencoba menjelaskan proses panas yang menghasilkan efek kering kerontang dan hangus pada tempat dilakukannya proses moksa. Ia menyebutnya dengan bahasa ilmiah, yaitu radiasi. Menurut ilmuwan fisika ini, bila terjadi radiasi, maka dalam prosesi moksa tersebut pasti ada reaksi fusi.

Yohanes Chandra Ekajaya Ilmiahkan Moksa Mikro kosmos

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa untuk menghasilkan radiasi yang dapat membuat keadaan di sekitarnya seperti itu membutuhkan reaksi fusi seperti matahari. Sebab panas dan radiasi yang dihasilkan bisa mencapai 6000 derajat celcius. Makanya prosesi moksa bisa disebut juga sebagai prosesi pencahayaan, atau mengkritalkan diri menjadi cahaya. Bahkan peneliti luar negeri mengatakan bahwa pada zaman dahulu istilah moksa biasa digunakan untuk orang suci atau pertapa yang pergi ke suatu tempat yang disucikan, biasanya dataran tinggi atau tempat yang disakralkan dan dikeramatkan.

Yohanes Chandra Ekajaya menambahkan bahwa tempat-tempat tersebut biasa digunakan sebagai tempat bertapa, meditasi, semedi, dan sebagainya. Pada intinya, Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa prosesi moksa adalah peristiwa dimana tubuh berubah menjadi cahaya. Dimana dalam prosesnya kepadatan tubuh perlahan-lahan mulai memudar karena unsur dan senyawa yang membentuk jasad menyatu kembali dengan unsur alam. Sehingga yang tersisa hanyalah energi cahaya. Oleh masyarakat prosesi moksa ini sering dianggap sebagai proses penyempurnaan tingkat kesucian jiwa.