Friday, 18/8/2017 | 11:54 UTC+0

Yohanes Chandra Ekajaya Haturkan Keris

Yohanes Chandra Ekajaya Pamor Keris

Chandra Ekajaya sebagai seorang kawan sekaligus murid yang sudah lama berguru kepada seorang begawan sekaligus pendeta, yaitu Ki Sambarlangit. Chandra Ekajaya hendak mempersembahkan hadiah atau wujud terima kasih sekaligus tanda baktinya yang tidak terhingga kepada sang guru. Murid kesayangan ini hendak menghaturkan sebuah keris yang sangat hebat dan dahsyat. Ki Sambarlangit memang terkenal dengan sikapnya yang tenang dan bijaksana.

Ia bisa mengetahui suatu kejadian sebelum sesuatu itu terjadi. Bahkan ia bisa membaca hati paling dalam dari seseorang. Maka dari itu Chandra Ekajaya sangat segan dan menaruh hormat yang sebesar-besarnya kepada dirinya. Ia pun merasa sangat bersyukur karena mempunyai kawan seperti dirinya yang juga sudi menerimanya sebagai murid. Menurut Chandra Ekajaya, wujud rasa terima kasih murid kepada guru sebenarnya bisa diwujudkan dalam bentuk apa pun.

Misalnya saja dengan mengamalkan wejangan dan amalan dari sang guru. Kemudian tidak mengecewakan sang guru. Dapat mengaplikasikan dan mengamalkan ajaran sang guru ke masyarakat. Tetapi Chandra Ekajaya memang sudah berniat untuk mempersembahkan sebuah hadiah yang menurut pengetahuan, pengalaman, dan perkiraannya, sang guru menyukai barang tersebut. Barang yang dimaksud oleh si murid adalah sebuah keris. Bukan keris biasa, melainkan sebuah keris yang mempunyai bentuk, pamor, dan warangka yang sangat indah.

Yohanes Chandra Ekajaya Khodam Keris

Chandra Ekajaya mencari sendiri keris yang hendak diberikan kepada gurunya. Meskipun mempunyai banyak uang, tetapi keris yang dimaksud oleh si murid ini tidak bisa dibeli semata-mata hanya dengan uang. Tetapi ketulusan dan kesungguhanlah yang membuatnya mendapatkan keris tersebut. Keris itu mempunyai nama keris naga sekar, yang mempunyai arti naga dan bunga. Keris itu didapatkannya di tanah Wonosobo. Sebuah tempat yang terkenal dengan tanah para dewanya.

Yohanes Chandra Ekajaya Keris ajaib

Chandra Ekajaya memburu kolektor yang menyimpan keris dengan dapur seperti yang dimaksud. Selain dapurnya sangat anggun, pamor yang dimiliki keris tersebut pun sangat menakjubkan. Keris tersebut mempunyai pamor singkir. Ia yakin bahwa ini akan menjadi persembahan yang bermakna bagi sang guru, Ki Sambarlangit.