Monday, 29/5/2017 | 3:08 UTC+0

Yohanes Chandra Ekajaya Berbisnis Sekolah Animasi dan Desain

Yohanes Chandra Ekajaya Berbisnis Sekolah Animasi dan Desain2

Yohanes Chandra Ekajaya terlihat tak dapat pisah dengan dunia game. Hal tersebut dikarenakan, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut sudah memiliki hobi maen game. Bahkan ketika duduk di bangku SD, Yohanes Chandra Ekajaya sudah doyan memainkan sebuah game sega. Namun, hobi tersebut ternyata membawa nilai positif baginya. Yohanes Chandra Ekajaya kini dikenal sebagai seorang kreator sekaligus pendidik yang telah membuat sebuah terobosan dalam dunia pendidikan, yaitu sekolah animasi.

Yohanes Chandra Ekajaya Berbisnis Sekolah Animasi dan Desain

Menurutnya, setelah kita sukses, kita harus bisa membuat sesuatu di lingkungan sekitar kita, ujar Yohanes Chandra Ekajaya. Ide untuk membuka sekolah tersebut kemudian muncul di tahun 2000, dan kini sekolah animasi dan desain bernama Flux tersebut telah memiliki ratusan siswa dan berhasil mempekerjakan sekitar 30 lebih pengajar yang kompeten dalam bidang anime dan desain.

Yohanes Chandra Ekajaya memulai sekolahnya tersebut dengan membuat sebuah kurikulum yang dirancang secara khusus. Di Flux School, Yohanes Chandra Ekajaya menawarkan kepada para peserta didik terkait pembelajarannya yang interaktif dan menarik, yaitu menggunakan video dan lebih menekankan kepada praktik dalam pembelajaran.

Awal mulanya, siswa Flux School dibagi ke dalam beberapa sistem kelas. Kemudian, dalam beberapa bulan terakhir, diganti menjadi sistem level, dengan jam belajar dengan waktu dan durasi yang ditentukan, yaitu setiap hari senin hingga jumat, dan berada pada tiga waktu mulai jam 07.00 hingga 14.00. Untuk biaya sekolah tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya mematok dengan harga Rp 2,9 juta untuk setiap levelnya. Dan saat ini, Flux School milik Yohanes Chandra Ekajaya tersebut telah menyiapkan beberapa level, yaitu hingga level 9.

Yohanes Chandra Ekajaya Berbisnis Sekolah Animasi dan Desain2

Selain dijadikan sebagai sekolah untuk mengajarkan keterampilan membuat animasi, Yohanes Chandra Ekajaya juga menjadikan sekolah tersebut sebagai pusat rehabilitasi bagi anak-anak yang kecanduan bermain game. Dengan semangat dan kepercayaan diri yang tinggi, Yohanes Chandra Ekajaya meyakini bahwa Flux akan mampu bersaing dengan beberapa sekolah animasi baik di dalam maupun luar negeri. Ke depan, ia akan membuat sebuah kelas yang lebih menarik dan meningkatkan layanan yang baik agar Flux School mampu berkompetisi dengan sekolah lainnya.