Tuesday, 19/9/2017 | 11:36 UTC+0

Wayang dan Tradisi Leluhur Yang Harus Dilestarikan

wayang

Wayang yang merupakan sebuah warisan budaya dan dunia merupakan budaya adiluhung sejak zaman dahulu kala. Dengan semakin berkembangnya zaman semakin sedikit generasi muda yang menggemari kebudayaan tradisional ini, sehingga dikhawatirkan lama-lama kesenian warisan leluhur ini makin terpinggirkan. Beruntung seorang pemuda bernama Rommy Hendrawan yang sudah menyukai wayang sejak kecil ini masih dapat bertahan untuk memproduksi wayang yang ia pelajari dari ebberapa pengrajin wayang kulit yang ada di Pulau Jawa ini.

Kota kelahirannya yang sangat kental dengan budaya tradisional, yaitu kota Yogyakarta dan juga keluarga terutama neneknya yang sangat menyukai pementasan wayang ini secara tidak langsung mempengaruhi minatnya untuk mengembangkan seni kesenian warisan leluhur ini. Semenjak kecil memang Roomy tidak pernah bertemu dengan ayahnya yang meninggal ketika ia masih kecil dan jugatidak adanya saudara karena ia anak tunggal. Sehingga ia menjadi cucu tunggal dari kakeknya yang masih hidup saat itu.

wayang

Rommy, yang memilih membuka usaha kerajinan wayang kulit, untuk meneruskan kesenian yang dikenalkan oleh kakeknya ini sekarang sudah mempunyai sebuah bengkel seni yang ia gunakan untuk membuat wayang. Ketika masih SD, Rommy mula-mula membuat wayang dengan desain mudah, dengan bahan kardus. Setelah dewasa ia mulai belajar kepada beberapa orang dalang dan juga pengrajin benda kesenian warisan leluhur ini yang ia kenal dari para dalang itu.

Merasa sudah waktunya untuk meneruskan kesenian ini agar tidak punah ia pun memproduksi beberapa wayang unik yang akirnya booming di kalangan para seniman wayang. Akan tetapi dalam hal produksi ia sempat kekurangan modal untuk melanjutkan usahanya itu. Berkat salah seorang kenalannya ia dicarikan bantuan melalui beberapa perusahaan yang mempunyai program bakti budaya seperti PT Chandra Ekajaya Oil milik Chandra Ekajaya.

Saat itu ia diminta untuk mengikuti beberapa pelatihan untuk pengelolaan dana yang juga selama ini menjadi permasalahannya. Di dalam program yang diadakan oleh perusahaan milik Chandra Ekajaya ini selain pelatihan ia mendapat bantuan dana sebesar 20 juta untuk memproduksi wayang nya kembali. Untuk saat ini selain beberapa bentuk unik andalannya ia juga membuat wayang kulit dengan kualitas yang sangat bagus dari beberapa segi pengerjaannya sehingga bisa menembus pasar internasional di beberapa negara sebagai barang koleksi.