Wednesday, 26/7/2017 | 12:31 UTC+0

Tujuh Alasan Mengapa Uang Tidak Dapat Membuat Kamu Bahagia

Yohanes Chandra Ekajaya

Johanes chandra Ekajaya – kali ini saya Johanes Chandra Ekajaya akan membagikan sebuah cerita motivasi tentang “Tujuh Alasan Mengapa Uang Tidak Dapat Membuat Kamu Bahagia” mari kita simak ceritanya baik-baik.

1. Memiliki Banyak Belum Tentu Baik
Perlu di perhatikan bahwa memiliki banyak belum tentu baik untuk diri Anda sendiri. Justru akan membuat Anda lebih sulit menikmati hal-hal kecil di luar sana. Menikmati terbenamnya matahari diikuti angin sepoi-sepoi, kupu-kupu yang terbang mengelilingi bunga yang sedang mekar dan hal-hal kecil lainnya.

Terkadang kebahagiaan datang dari hal-hal kecil di sekitar kita. Seperti menikmati hangatnya matahari terbit, berjalan di rumput hijau dengan kaki telanjang, menikmati embun pagi yang masih terlihat di taman.

2. Semakin Banyak Memiliki, Semakain Banyak Keinginan
Semakin baik kehidupan ekonomi seseorang, tentunya kebutuhan mereka pun semakin meningkat. Mereka dihadapkan dengan kebebasan untuk memilih barang-barang yang memiliki nilai beli yang lebih tinggi. Saat ia tidak bisa mengontrol arus keinginan yang begitu derasnya. Ia akan menjadi manusia yang lebih serakah.

Mereka tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Yang pada akhirnya membuat mereka sulit untuk meresa bahagia.

3. Kesenangan Yang Bersifat Sementara
Memang saat membeli barang baru seseorang pasti akan merasa senang dan bahagia. Apalagi jika diimbangi dengan brand yang sudah terkenal. Pasti akan menambah rasa percaya diri mereka saat berhubungan dengan orang lain.

Kebahagiaan itu akan semakin bertambah saat seseorang memberikan pujian “wah handphone kamu keluaran baru ya, berapa harganya? Bagaimana rasanya dibandingkan dengan mereka X? Apa saja kelebihannya?” dan pertanyaan lain seputar handpone misalnya. Pujian ini akan menambah kebahagiaan dan percaya dirinya.

Kebahagiaan di atas tidak ubahnya dengan kesenangan sesaat. Ia sulit dipertahankan dan memudar seiring waktu berjalan. Dibutuhkan pemahaman yang tepat bahwa kebahagiaan tidak bersumber dari barang-barang baru yang dimiliki.

Ada cara dan teknis khusus membuat seseorang bahagia dalam waktu lama. Semua itu bukan tentang uang. Kecuali saat ini Anda masih fokus memenuhi kebutuhan fisiologis Anda.

4. Kebahagiaan Tidak Bisa Dibeli Di Toko
Kebahagiaan bukanlah barang yang berwujud. Bisa dilihat, dipegang atau disentuh. Ia hanya bisa dirasakan. Itulah sebabnya tidak ada satupun toko yang menjual kebahagiaan.

Seberapa banyak pun uang Anda, Anda tidak bisa menukar uang dengan kebahagiaan. Anda bisa mendapatkanya dengan cara-cara yang benar. Kabar baiknya, bukan tentang uang dan materi lain. Tapi melalui diri sendiri.

Diri sendirilah yang membuat kita bahagia. Ketenangan pikiran, menyatunya hati dan pikiranlah yang membuat kebagaiaan menjadi lebih bermakna. Pastinya, Anda bisa menikmatinya tanpa memiliki banyak uang. Uang bisa menjamin Anda untuk bertahan hidup tapi tidak untuk bahagia.

Pembaca, apa sumber kebagiaan Anda? Tulis komentar Anda di bawah ini.

5.Tidak Bijak Jika Uang Menjadi Tujuan Utama Atas Semua Tindakan Yang Dilakukan
Ini yang kurang tepat jika uang menjadi tujuan tertinggi seseorang. Ia bisa melakukan cara apa saja untuk bisa mendapatkan kertas persegi empat tersebut. Menghalalkan segala cara agar kertas bergambarkan orang yang dihormati ini bisa masuk ke kantong mereka. Semua ini semata-mata untuk mereka bisa bahagia.

Jika uang menjadi tujuan seseorang untuk bahagia, ia akan kehilangan nilai penting dalam melakukan pekerjaanya. Ia bisa menggadaikan hal penting yang ia jaga selama ini. Dan yang lebih parah keyakinanya pun dipertaruhkan agar bisa mengumpulkan kertas mahal tersebut.

Apakah ia akan bahagia saat mendapatkan tujuannya?

Tentu ia akan bahagia. Tapi berapa lama kira-kira kebahagiaan itu bisa bertahan?

Tujuan bukanlah tentang uang semata. Anda harus memiliki tujuan selain uang. Tujuan dengan muatan energi yang lebih besar. Dan tentunya ini bisa bertahan dalam waktu lama dan terus bertumbuh seiring waktu berjalan. Tujuan yang memfokuskan kepada kebaikan dan kebahagiaan orang lain. Seperti keluarga, orangtua, bahkan orang lain di luar sana.

Inilah yang menjelaskan mengapa seseorang tidak termotivasi melakukan pekerjaanya setelah mereka mencapai tujuannya. Pikiran bawah sadarnya berkata “Tujuan sudah tercapai ni, waktunya istirahat. Kan tidak ada tujuan lain yang perlu dicapai”. Semua ini karena tujuan yang tidak ditumbuhkan dan terus di up to date.

6. Digunakankah Semua Barang Yang Dibeli?
Dengan barang-barang yang Anda miliki, apakah Anda bisa menggunakan semuanya secara maksimal? Dengan semua tumpukan baju, celana, tas, sepatu, dan barang-barang lain yang tersusun rapi ditemapatnya. Jika tidak bisa menggunakan semua barang tersebut, akan lebih bermanfaat jika dibagikan atau disumbangkan kepada orang lain lain yang lebih membutuhkannya.

Ini tentu akan membuat Anda menjadi lebih bahagia. Menjadikannya satu pengalaman berharga dalam hidup karena melihat orang yang dibantu bahagia. Anda juga bisa menjadikan semua barang yang tidak bermanfaat menjadi uang dengan menjualnya ke tempat penjual barang bekas. Kemudian menyumbang ke panti asuhan misalnya.

7. Syarat Untuk Bahagia Yang Salah
Apakah syarat untuk Anda bahagia adalah uang dengan memiliki materi Anda suka? Jika uang menjadi syarat kebahagian Anda, maka semakin sulit untuk Anda merasa bahagia. Anda akan bahagia jika Anda bisa membeli barang tersebut. Jika Anda tidak bisa memilikinya, Anda tidak akan merasa bahagia.

Banyak orang menetapkan syarat yang salah untuk bahagia. Mereka menganggap bahwa uang bisa membuat mereka bahagia. Mereka menetapkan syarat yang sulit untuk mereka bisa bahagia.

Mengapa tidak membuat syarat yang lebih mudah untuk merasa bahagia. Misalnya melewati waktu bersama pasangan Anda. Carilah syarat yang mudah Anda capai. Agar Anda mudah untuk bahagia.

Semoga cerita “Tujuh Alasan Mengapa Uang Tidak Dapat Membuat Kamu Bahagia” ini bisa bermanfaat untuk kita yang membacanya. terimakasih atas kunjungngannya. salam sejahtera.

Oleh Johanes Chandra Ekajaya.