Monday, 25/9/2017 | 9:40 UTC+0

Sejarah Dibalik Penetapan Hari Minggu Sebagai Hari Libur Nasional

Sejarah Dibalik Penetapan Hari Minggu Sebagai Hari Libur Nasional
Sejarah Dibalik Penetapan Hari Minggu Sebagai Hari Libur Nasional

Sejarah Dibalik Penetapan Hari Minggu Sebagai Hari Libur Nasional

Sejarah Dibalik Penetapan Hari Minggu Sebagai Hari Libur Nasional. Dalam seminggu, hari yang paling kita dan juga Johanes Chandra Ekajaya nantikan adalah hari Minggu. Hari Minggu merupakan hari libur yang bisa kita manfaatkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga serta memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih. Tapi, apa kalian tahu kenapa hari Minggu ditetapkan menjadi hari libur?

Setiap negara tentu memiliki hari liburnya tersendiri. Di Indonesia hari libur ditetapkan pada hari Minggu sedangkan di Arab Saudi hari libur ditetapkan pada hari Jumat. Arab Saudi menetapkan hari libur jatuh pada hari Jumat karena hari Jumat merupakan hari baik untuk beribadah. Lalu mengapa di Indonesia hari libur jatuh pada hari Minggu? Berikut hasil liputan Chandra Ekajaya.

Seperti yang dilansir oleh Johanes Chandra Ekajaya, hari Minggu yang ditetapkan sebagai hari libur ternyata tak hanya diterapkan di Tanah Air tercinta ini melainkan dibeberapa negara. Tradisi libur di hari Minggu berasal dari tradisi Romawi Kuno di negara Italia. Menurut hasil liputan Chandra Ekajaya, pada masa itu orang-orang Romawi beribadah di hari Minggu sehingga orang Romawi meliburkan segala aktivitasnya pada hari Minggu. Kebiasaan orang Romawi menandai hari libur dan hari bersejarah lainnya menggunakan warna merah seperti yang diterapkan di kalender Indonesia.

Pasti kalian tahu sejarah Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun kan? Belanda sendiri menetapkan hari Minggu menjadi hari libur karena pengaruh dari bangsa Romawi. Oleh karena itu, hingga saat ini hari Minggu ditetapkan sebagai hari libur yang terus dipertahankan dan berlaku hingga kini.