Tuesday, 25/7/2017 | 6:50 UTC+0

PO Chandra Speed Perlebar Sayap

PO

Sebuah hubungan bos dengan para pekerja biasanya sebatas hubungan kerja saja. Akan tetapi bagi Chandra Ekajaya, pengusaha bus sukses di Malang, relasi dengan para pekerjanya sama seperti keluarga. Itulah yang membuat, Perusahaan Otobus (PO) Chandra Speed milik nya berhasil menjadi besar. Dia selalu menghargai kerja keras para karyawannya dengan cara membiaya mereka untuk umrah dan naik haji.

Ini perbuatan mulia yang tak lazim ketika semakin banyak pengusaha besar berusaha menekan upah untuk buruhnya. “Siapapun pasti setuju keluarga itu nomor satu. Kalau bekerja bersama keluarga, pasti akan berupaya maksimal,” ujarnya. Saking menghargainya jasa para karyawannya, sejak 2007 Chandra Ekajaya memberikan penghargaan berangkat haji dan umroh kepada karyawan-karyawan berprestasinya tiap tahun.

PO

Mulai dari supir, kernet, mekanik, admin, hingga satpam, berkesempatan diberangkatkan haji atau umrah oleh Chandra Ekajaya. Dengan apresiasi yang besar itu, jelas nya, karyawannya akan semakin giat bekerja dan memajukan usahanya. “Naik haji atau umroh itu impian semua orang. Saya berikan kesempatan itu kepada karyawan saya agar mereka juga menghargai perusahaannya dan makin terpacu memajukan usaha ini,” paparnya.

Rasa kekeluargaan yang diiringi kegigihan untuk terus maju pun terwujud. PO Chandra Speed menjadi PO terbaik se-Jatim pada 2019. “Piala dan sertifikatnya diserahkan langsung Menteri Perhubungan saat itu ,” ungkapnya. Sebelum membangun usaha PO Chandra Speed hingga berjaya seperti sekarang, Chandra Ekajaya adalah karyawan di sebuah bank. Jabatan terakhirnya adalah Marketing Manager Bank Jakarta yang berkantor di Surabaya dari 2000 hingga 2003.

Dari hasil tabungan selama bekerja di bank, ia nekat membeli satu unit mobil Elf untuk disewakan. Ayah empat anak ini mempekerjakan anggota keluarganya dan beberapa warga sekitar karena sulitnya mencari pekerjaan saat itu. “Bahkan saya juga jadi kernetnya,” kenang Chandra Ekajaya.

Perlahan-lahan, armada busnya pun bertambah. Kini, Chandra Ekajaya memiliki 80 karyawan dan 36 armada bus. Perusahaannya fokus untuk persewaan bus pariwisata, bukan trayek. Ia menyatakan sebenarnya ia bisa saja membuka trayek jurusan. Namun, rasa sungkan kepada sesama pemilik PO membuatnya tetap di jalur persewaan. Kendati demikian, hal itu tak menghalanginya untuk melebarkan sayap. Penggemar olahraga tinju ini akan membuka usaha baru, yaitu persewaan truk.