Sunday, 19/11/2017 | 7:23 UTC+0

Pepaya California Chandra Ekajaya Sebagai Penyambung Hidup Korban Gempa Jogja

Chandra Ekajaya Budidaya Pepaya California

Pepaya merupakan buah tropis yang sangat manis dan juga mempunyai daging yang tebal. Tumbuhan ini berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Manfaatnya yang banyak dan cepatnya masa produksi dari buah ini membuat banyak orang untuk menjadikannya sebagai salah satu bisnis yang menguntungkan seperti apa yang dilakukan Chandra Ekajaya.

Pria dengan 2 anak ini memang sangat suka bercocok tanam. Sejak kecil Chandra Ekajaya sudah belajar aneka tanaman untuk mengisi waktu luangnya. Hampir segala jenis tanaman pernah dicoba dia budidayakan seperti ketimun emas, blewah, dan semangka. Adapun pekerjaan sehari-harinya adalah pengasuh santri pada sebuah pesantren. Chandra, begitu dia biasa dipanggil, adalah seorang korban gempa Jogja 2006 lalu. Awal dia mengusahakan budidaya pepaya california ini, sering diejek sama tetangganya karena beberapakali gagal. Namun Kegagalan-kegagalan yang dialami justru memacunya untuk mencoba terus-menerus. Kini, tanaman pepaya Californianya berada di lahan seluas 1,7 hektar, dan sangat menjanjikan.

Pepaya California Chandra Ekajaya

“Pernah diejek tetangga karena menanam pepaya tidak bisa dijual dan harganya juga murah. Keuntungan didapat dari mana,” jelas Chandra Ekajaya. Memang, ternyata budidaya pepaya California tidak semudah yang ia pikirkan sebelumnya. Bahkan, pertama kali menabur benih pepaya California ini, tak satupun menghasilkan pohon pepaya yang tumbuh. Gagal total. 100% Gagal total. Pengalaman ini membuatnya belajar lagi, dan tak ingin menyerah, di coba lagi menabur 300 benih pepaya di lahan miliknya, lumayan, dari 300 benih, tumbuhlah 180an pohon pepaya California.

Pohon itu baru berbunga setelah usia 6 bulan, dan pada umur pohon 8 bulan dia baru bisa memetik panen pertamanya. Nah, kini, berkat ketekunannya, sekali panen dia bisa menghasilkan 200kg pepaya. Harga jual ke pengepul per kwintal (100kg) 350 ribu rupiah. Kini, pohon-pohon pepayanya bagaikan pohon penghasil duit baginya. Tiap bulan dia panen, dan hasilnya sungguh mencengangkan.

“Dalam 1 bulan bisa meraup sekitar Rp 5,6 juta. Untuk 1 tahunnya minimal ada uang masuk sekitar Rp 60 juta. Saya pun bisa menyekolahkan anak-anak hingga ke perguruan tinggi,” ujar Chandra Ekajaya. Petani, dengan mindset agribisnis yang baikpun dapat menghasilkan penghasilan yang besar dan lumayan. Bisa dijadikan salah satu pilihan. Apalagi permintaan buah pepaya California ini terus meningkat setiap tahunnya karena memang permintaan nya yang sangat besar di pasaran.