Sunday, 19/11/2017 | 7:36 UTC+0

Penyuluhan Ekonomi Kreatif Yohanes Chandra

yohanes-eka-chandra-penyuluhan-ekonomi-kreatif

yohanes-eka-chandra-penyuluhan-ekonomi-kreatif

Ekonomi adalah suatu ilmu yang mengatur tentang segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan hidup manusia. Saat ini biasanya ekonomi selalu dihubungkan dengan uang. Itu memang benar, tetapi uang hanyalah salah satu bagian kecil dari perekonomian, meskipun ia menjadi sesuatu yang vital dan penting. Bahkan saking vitalnya peranan uang, maka masyarakat umum sering salah mengartikan bahwa ekonomi adalah ilmu yang membahas tentang uang.

Bila merunut tentang sejarah katanya, kata ekonomi berasal dari Bahasa Yunani yang bermakna rumah tangga dan peraturan. Sehingga arti ekonomi pada zaman dahulu adalah tentang bagaimana suatu rumah tangga mencukupi kebutuhannya. Memasuki era industri seperti saat ini, ekonomi sering diartikan sebagai ilmu yang mengatur tentang produksi, distribusi, dan konsumsi.

yohanes-eka-chandra-penyuluhan-ekonomi-kreatif

Sedangkan kreatif adalah sebuah sifat atau pun aksi dari manusia untuk menginovasi dan mengimprovisasi berbagai hal di dunia ini. Inti dari kreatif adalah adalah ide dan gagasan yang baru.

Pada dekade tahun 2000-an, pasca reformasi dan krisis ekonomi yang melanda dunia, dan Indonesia pada khususnya. Munculah istilah ekonomi kreatif yang didengungkan oleh pemerintah Indonesia saat itu. Bahkan hingga zaman revolusi mental saat ini, konsep dan istilah ekonomi kreatif pun terus digemakan.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sebagai salah satu pebisnis ekonomi kreatif yang sukses pun memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai ekonomi kreatif. Ia bekerjasama dengan mahasiswa-mahasiswa jurusan ekonomi dari beberapa universitas. Untuk program awalnya ia mengajak para mahasiswa untuk memberikan pengertian dan pelatihan ekonomi kreatif, seperti pemasaran produk, dan pembuatan produk.

Strategi pemasaran menjadi topik utama yang dibahas antara Yohanes Chandra Eka dengan masyarakat setempat. Baginya, pemasaran adalah hal yang sangat vital. Ia tidak ingin barang-barang produksi buatan masyarakat setempat menjadi sia-sia karena tidak atau belum mempunyai pasar yang jelas.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya pun memberikan arahan kepada para mahasiswa untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk membuat produk-produk kerajinan atau souvenir. Ibu-ibu menjadi kekuatan utama masyarakat, sebab mereka mempunyai kemampuan untuk multi tasking melebihi para lelaki. Sehingga ekonomi desa setempat pun akan sangat maju jika para perempuannya maju.