Wednesday, 28/6/2017 | 9:04 UTC+0

Pejuang Tanpa Pamrih

yohanes chandra ekajaya
johanesekajayaPejuang Tanpa Pamrih – Selamat pagi para pembaca sekalian, hari ini admin agak kurang enak badan, mohon maaf sebelumnya ya kalau ada kata-kata yang salah di dalam pengetikan artikel ini, silahkan langsung simak saja ceritanya, semoga bermanfaat…
johanesekajaya
NAMANYA Sudarwan. la kini berusia 78 tahun. Dahulu ketika Indonesia sedang memperjuangkan kemerdekaannya, ia termasuk pejuang rakyat yang ikut berupaya keras mengusir penjajah. Saat ini ia tinggal di sebuah bilik berukuran 5 x 6 m persegi bersama istrinya. Anak-anaknya berjumlah sembilan orang dan sudah memiliki keluarga masing-masing.
Pejuang Tanpa Pamrih Note : Bukan Foto Tentang Artikel ini Sudarwan tidak termasuk veteran yang mendapatkan dana pensiun untuk menyambung hidupnya. la tidak pernah mau mengurusnya seperti halnya teman-teman yang lainnya. Baginya ia berjuang tidak untuk mendapatkan sejumlah uang di kemudian hari. Baginya ia berjuang untuk memenuhi panggilan hatinya. la mengistilahkannya dengan sebuah rasa gemas kepada penjajah yang seenak perutnya menginjak-injak harga diri bangsanya. Setelah masa perjuangan selesai, ia menikah dengan seorang gadis yang ia temui sebelumnya di sebuah pasar.
Hingga memiliki sembilan anak dan beberapa cucu. menyambung hidupnya, ia bekerja sebagai buruh tani sudah 11 tahun ini ia bekerja sebagai pemulung, memutuskan pindah ke kota beberapa waktu silam. Penghasilan tiap harinya sangat tidak menentu. Seringkali mereka berdua hanya makan satu kali sehari. Mereka bertekad tidak ingin menyusahkan anak-anaknya, sehingga mereka tidak pernah Advertisement meminta belas kasihan atas kondisinya tersebut.
Baju yang dipakai oleh Pak Sudarwan dan istrinya sangat sederhana dengan beberapa sobekan disana sini. Namun mereka merasa bahagia dengan keadaan yang seperti itu. Sebuah rutinitas yang selalu Pak Sudarwan lakukan adalah bahwa tiap hari Senin ketika sebuah SD Negeri di dekat rumahnya mengadakan upacara bendera, ia selalu menyempatkan berdiri di luar pagarSD itu untuk ikut melakukan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih ketika sesi hormat bendera dilakukan. la selalu menitikkan air mata ketika ia melakukan hormat bendera dengan sikap sempurna melalui tubuh rentanya. oleh – johanesekajaya