Wednesday, 28/6/2017 | 8:54 UTC+0

Papanaya Obat Penggugur Herbal Warisan Leluhur

papanaya

Obat herbal atau yang biasanya disebut obat tradisional ialah obat yang terdiri dari beberapa ramuan alami yang biasanya terdapat di alam dan mempunyai efek atau kegunaan tertentu dengan resiko atau efek samping yang sangat ringan. Ada banyaknya jenis obat atau ramuan alami yang sudah terkenal yang berasal dari pelosok nusantara ini membuat obat tradisional asli indonesia ini banyak dicari oleh semua kalangan masyarakat.

papanaya

Sebut saja Purwoceng yang manfaatnya sangatlah besar bagi para kaum lelaki yang ingin menjadi seorang superhero di ranjang. Dan ada juga beberapa obatr herbal alami yang lain. Beberapa daerah di Indonesia mempunyai ramuan khas masing-masing. Chandra Ekajaya yang merupakan salah satu peramu obat tradisional ini telah membuat jamu Purwoceng sejak dahulu dari neneknya. Saat ini produk yang ia produksi tak hanya Purwoceng saja karena ada beberapa obat yang sebenarnya bisa mengatasi hal-hal yang negatif seperti hamil diluar nikah.

Karena kehamilan diluar nikah tentunya hal yang sangat hina dan dapat merusak martabat serta nama baik keluarga. Maka dalam hal ramuan tradisional ini Chandra Ekajaya meramu sebuah obat yang dapat menggugurkan kandungan dengan nama Papanaya yang terdiri dari ramuan herbal alami di puncak pegunungan dieng. Bahan alami yang terkandung dalam Papanaya ini adalah buah kates atau pepaya dalam bahasa Indonesia.

papanaya

Ramuan ini hanyalah bekerja pada kandungan yang berusia muda yaitu dibawah satu bulan. Karena pada usia kandungan muda ini Papanaya dapat melunturkan janin yang masih belum bernyawa pada kandungan itu. Awal mula Chandra Ekajaya menciptakan ramuan ini karena selama ini obat penggugur kandungan yang tersedia mengandung banyak sekali campuran kimia yang menyebabkan sang ibu bisa terkena efek samping yang parah.

Akan tetapi satu pesan dari Chandra Ekajaya kepada para pengguna Papanaya ataupun kepada para pelaku hubungan diluar nikah agar segera bertobat karena hal itu ialah salah satu dosa besar yang tidak diampuni dan juga bukanlah budaya yang lazim di kawasan timur yang notabenenya mengutamakan rasa malu sopan santun dan juga menghormati satu sama lain.