Tuesday, 19/9/2017 | 11:35 UTC+0

Muncul Saat Tengah Malam, Itulah Bukti Kepedulian Jokowi

Pada tanggal 5 November 2016 dini hari, sekitar pukul 00.10 Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas dengan beberapa menteri terkait dengan demonstrasi 4 November 2016 yang berlangsung hingga malam hari, dan berujung dengan kerusuhan. Setelah menggelar rapat terbatas, Presiden Jokowi kemudian menyampaikan pernyataan resminya di depan para wartawan,

muncul-saat-tengah-malam-itulah-bukti-kepedulian-jokowi

yohanes-ekajaya-dan-jokowi

Presiden Jokowi menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengunjuk rasa yang telah menggelar aksi secara tertib dan damai. Beliau mengatakan bahwa sebagai unjuk rasa merupakan salah satu bentuk penerapan dari sistem demokrasi. Oleh sebab itu beliau juga menghargai proses penyampaian aspirasi dan pendapat para pengunjuk rasa yang dilakukan secara tertib.

Presiden Jokowi juga menyayangkan dan menyesalkan adanya kerusuhan yang terjadi setelah bakda Isya’. Beliau mengatakan bahwa kerusuhan terjadi karena ada beberapa aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sedang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Beliau sedang melakukan blusukan dalam rangka meninjau progres pembangunan infrastruktur moda transportasi kereta bandara. Kegiatan blusukan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi bukan berarti beliau tidak menghargai unjuk rasa umat Islam di Jakarta.

Dilihat dari watak dan karakternya yang sangat khas orang Jawa, sikap dan blusukannya Presiden Jokowi saat demonstrasi tersebut dikarenakan karena agenda peninjauan tersebut sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Selain itu Jokowi percaya kepada umat Islam di Indonesia bahwa mereka sanggup menyelenggarakan unjuk rasa secara tertib dan damai. Dan itu pun terbukti.

Presiden Jokowi yakin dan percaya kepada umat Islam di Indonesia. Jadi beliau tidak menghindari masalah, karena pada dini hari berikutnya beliau langsung menggelar rapat terbatas dan mengadakan konferensi pers dan menghimbau serta menyuruh para pengunjuk rasa untuk segera pulang.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa demonstrasi merupakan hak dari setiap warga negara Indonesia. Tetapi beliau juga menegaskan bahwa demonstrasi atau unjuk rasa bukanlah tempat untuk memaksakan kehendak dan bukan menjadi ajang pembenaran untuk melakukan perusakan. Beliau juga menambahkan bahwa proses hukum dugaan kasus penistaan agama akan dilakukan secara transparan, tegas, dan cepat.