Thursday, 27/7/2017 | 6:53 UTC+0

Modus Penipuan Baru Dengan Doa Lewat SMS

Johanes Chandra Ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya – Berbagai cara seseorang untuk mendapatkan keuntungan, tak terkecuali dengan cara menyedot pulsa dari ponsel kita. Meskipun penipuan ini sudah lama kita ketahui, namun semakin hari cara-cara penipuan ini berubah-ubah sehingga terkadang kita luput untuk mengenali itu penipuan atau tidak.

Mulai dari SMS “Mama minta pulsa” sampai SMS penipuan undian yang mengatasnamakan perusahaan besar yang sudah dikenal. Kini ada pula penipuan yang membawa-bawa aspek agama.

Ini menjadi pelajaran bagi Anda, untuk tidak sembarangan dalam menyikapi bentuk penipuan, dan lebih berhati-hati, jika tidak mau merugi.

Jangan pernah menjawab “Amin” jika Anda menerima sebuah pesan singkat berupa doa seperti berikut di ponsel Anda. Johanes Chandra Ekajaya

Pesan ini datang dari salah seorang pemilik akun facebook Harun Widjaja, yang menjadi korban. Dalam akun facebook pribadinya, Harun telah memposting sebuah foto ponsel blackberry miliknya yang dikirimkan pesan berisi sebuah doa.

Isi dari postingan SMS penipuan yang dilansir muslimahcorner.com tersebut seperti berikut :

Johanes Chandra Ekajaya

Dalam keterangan foto postingannya, ia menulis:

“Hati-hati sekarang ada modus kirim sms dari nomor hp tak dikenal berupa doa. Sehingga kita akan mengaminkan alias balas sms.

Kalau kita balas maka nomor hp kita akan kena reg sehingga pulsa otomatis terpotong tiap hari, bisa terpotong sampai 100 ribu. Yang pasca bayar bisa bangkrut. Kalau sudah kena reg sms ini ga bisa di unreg. Terpaksa ganti nomor.Yohanes Chandra Ekajaya
Dulu modus kasih nomor akun bank atau say hai. Rupanya sudah tidak mempan. Mereka sekarang kirim doa.

Contoh sms Doa: “Ya Allah, semoga yg mempunyai hp ini & keluarganya selalu dalam Kasih Sayang Mu, diberkahi rejekinya & dijauhkan dari mara bahaya”, jawab Amin jika Anda berkenan.

Yg aneh mereka minta diaminkan. Hati²lah kalo gak mau nyumbang penjahat…”

Bentuk penipuan lainnya adalah, SMS meminta zakat, seperti dilansir Kompas.com.

Belakangan beredar pesan singkat atau SMS yang mengaku-ngaku dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan meminta sejumlah uang sebagai zakat. Di dalam SMS tersebut, disampaikan bahwa masyarakat memiliki kewajiban untuk berzakat dan disertakan nomor rekening untuk ditransfer.Johanes Chandra Ekajaya

Pihak Baznas sendiri telah mendapat kabar tersebut. Bagian Humas Baznas, Ndari Rumi Widyawati, membantah pesan singkat itu berasal dari Baznas.

“Itu penipuan. Kami sudah umumkan juga kalau itu penipuan. Sekarang lagi diurus proses hukumnya,” kata Rumi.

Rumi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan praktik penipuan seperti itu. Jika ingin berzakat, masyarakat bisa memanfaatkan sejumlah fasilitas yang disediakan oleh Baznas atau langsung datang ke kantor Baznas. Yohanes Chandra Ekajaya

Isi SMS yang mengatasnamakan Baznas meminta zakat menyertakan nomor rekening Bank Danamon atas nama Sofyan Rahman dengan nomor rekening 0035 2298 7084. Di bagian akhir SMS, juga ditulis kata “BAZNAS”.

Sementara itu, Anda juga harus memahami bentuk SMS penipuan undian. Seperti dijelaskan oleh Vice President Corporate Communication Telkomsel. Adita Irawati.

“Biasanya penipuan SMS itu menggunakan (domain) situs gratisan, seperti Blogspot dan sejenisnya,” Adita Irawati.

“Yang resmi dari Telkomsel menggunakan website official, alamatnya pasti Telkomsel.com,” imbuh wanita yang kerap disapa Dita itu. (Baca Juga : Kontrol Gula Darah Dengan Bawang Merah)

Karena itu, Dita pun mengajak pelanggan untuk lebih jeli dengan SMS-SMS penipuan yang marak beredar. “Kalau menjumpai seperti itu (SMS penipuan), pelanggan hanya punya dua pilihan, hiraukan atau laporkan,” katanya.

Telkomsel sendiri menurut Dita tidak menutup mata atas aksi SMS penipuan yang kadang juga mencatut nama Telkomsel.Yohanes Chandra Ekajaya

Operator tersebut menurut Dita telah melakukan beberapa tindakan pencegahan, seperti filtering SMS.

“Kita biasanya melihat polanya, kalau jumlahnya (SMS yang dikirim) banyak baru kita melakukan tindakan blokir,” ujar Dita.

Selain itu, Telkomsel juga telah melakukan upaya filtering SMS berdasar kalimat atau kata yang sering digunakan. Kata-kata tersebut dimasukkan ke mekanisme sistem Telkomsel untuk diblokir.

Johanes Chandra Ekajaya