Monday, 25/9/2017 | 9:43 UTC+0

Minimalis Life Yohanes Chandra Ekajaya

Sangatlah mudah untuk mengetahui orang yang lahir, tumbuh, dan berkembang pada era sekarang, atau sering disebut sebagai generasi milenium. Generasi milenium atau milenial ini mempunyai ciri yang sangat khas, yaitu gaya hidup minimalis. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, bagi generasi ini gaya hidup minimalis merupakan salah satu bentuk alternatif untuk dapat bertahan dan beradaptasi dari berbagai tantangan dan gempuran, baik sosial, politik, dan sebagainya, terutama ekonomi.

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa periode tahun 2010 merupakan periode yang sangat penting bagi kehidupannya. Ia mengatakan bahwa pada saat itu usianya sudah menginjak kepala tiga, tepatnya 32 tahun. Saat menginjak usia tersebut ia sudah mempunyai berbagai macam materi. Diantaranya rumah, kendaraan, dan bisnis yang berjalan lancar.

 

Hingga pada suatu ketika Yohanes Chandra Ekajaya pun mengalami sebuah peristiwa yang sangat membuat dirinya terpukul. Ia ditinggalkan oleh istrinya melalui proses perceraian. Kemudian ibunya yang sangat disayanginya pun juga pergi meninggalkan dirinya ke alam baka.

 

Sejak mengalami peristiwa itu Yohanes Chandra Ekajaya memutuskan untuk menenangkan diri di kota Yogyakarta. Menurut teman-temannya, Yogyakarta adalah kota yang penuh dengan filosofi. Bahkan semua masyarakat yang hidup, lahir, tumbuh di kota tersebut merupakan ahli filsafat, atau bisa disebut sebagai filsuf. Karena obrolan tentang kehidupan bisa dilakukan di mana saja.

 

Bagi Yohanes Chandra Ekajaya yang merasa bahwa kehidupannya tidak bahagia, maka Yogyakarta menjadi tujuannya untuk menemukan jawaban. Di kota ini bertemu dengan banyak orang dan masyarakat yang mempunyai gaya hidup minimalis. Oleh sebab itu, generasi milenial ini pun mencoba untuk menyingkirkan barang-barang miliknya. Bahkan ia memilih untuk tinggal di sebuah rumah yang kecil.

 

Dari tindakan dan keputusan yang dipilihnya tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya menemukan kebahagiaan. Makanya di era saat ini, gaya hidup minimalis mulai diaplikasikan oleh masyarakat di seluruh dunia. Dan pendukung terbesar dari gaya hidup ini adalah generasi milenium atau milenial. Selain itu, maraknya tren ini disebabkan karena adanya gaya hidup konsumerisme yang semakin menurun.