Sunday, 19/11/2017 | 7:24 UTC+0

Mengapa Orang Indonesia Gemar Menyantap Makanan Pedas?

Johanes Chandra Ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya

Makan tanpa rasa pedas menurut sebagian besar masyarakat Indonesia seperti sayur tanpa garam. Selera pedas telah mengakar dalam budaya kuliner Indonesia. Bahan masakan yang mencampur adukkan cabai sudah ada sejak zaman nenek moyang kita. Hal tersebut dikarenakan tanaman cabai tumbuh subur di Tanah Air tercinta ini. Tak sedikit kuliner Indonesia banyak menggunakan cabai sebagai penambah rasa makanan tersebut. Salah satu provinsi di Indonesia yaitu Padang, Sumatra Barat, selera pedas telah melekat ditiap masakan yang mereka buat dan cabai merupakan salah satu bagian pokok dalam makanan tersebut. Begitu pun masyarakat Kalimantan, beberapa masakan mereka penuh cabai dan pedas.

Mengapa sebagian dari kita bisa tahan dengan rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai dan sangat menikmati rasa pedas tersebut? Setelah diteliti, cabai memiliki zat yang bernama capsaicin. Zat ini digunakan oleh tanaman untuk menghalang serangga yang ingin mengkonsumsi benih cabai tersebut. Capsaicin inilah yang membuat sensasi terbakar pada mulut dan lidah saat kita memakannya.

Selain itu rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai dan sejenisnya seperti merica dapat menstimulasi sekresi endorphin oleh hipotalamus? Apa itu Hipotalamus? Hipotalamus adalah kelenjar dibawah otak yang akan bereaksi bila tubuh merasakan sakit, kemudia rasa pedas dikenali oleh jaringan syaraf tubuh sebagai rasa sakit sehingga secara alami tubuh mengeluarkan endorphin. Karena itulah kenapa orang yang hobi makan-makanan pedas sudah seperti kecanduan dan tak bisa lepas karena tubuh memproduksi morphin alami.

Makanan pedas juga bagus untuk kesehatan bagi tubuh kita karena didalam cabai mengandung vitamin A, vitamin C dan bioflavonoid yang baik untuk jantung karena mampu memperkuat pembuluh darah agar tetap bekerja elastis serta mampu menurunkan kadar kolestrol.