Sunday, 19/11/2017 | 7:36 UTC+0

Loew Ucapkan Selamat ke Bayern, Juga Singgung Kans Treble

Johanes Chandra Ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya – Pelatih tim nasional Jerman Joachim Loew dan Presiden Federasi Sepakbola Jerman (DFB) Wolfgang Niersbach memberi ucapan selamat kepada Bayern Munich, yang baru saja memastikan titel Bundesliga musim ini dengan empat laga tersisa.

Johanes Chandra Ekajaya
Dengan keunggulan 15 poin Bayern dipastikan tak lagi tergeser dari puncak klasemen Bundesliga berkat kemenangan 1-0 atas Hertha Berlin, Sabtu (25/4/2015), ditambah dengan kekalahan 0-1 yang diderita Wolfsburg di markas Borussia Monchengladbach, Minggu (26/4).

“Fakta bahwa Bayern Munich berhasil memastikan diri jadi kampiun Jerman dengan empat laga tersisa memperlihatkan betapa percaya tim ini sudah mendominasi musim dan saya memberi ucapan selamat buat klub atas titel yang ke-25 dan saya juga angkat topi buat Pep Guardiola dan para pemain, dan juga seluruh manajemen klub atas capaian tersebut,” kata Niersbach seperti dikutip Kicker.de.

Keberhasilan Bayern menjuarai Bundesliga musim ini merupakan yang kali ketiga secara beruntun. Secara keseluruhan, Die Roten mengoleksi 25 titel di kompetisi Liga Jerman, jauh meninggalkan FC Nuremberg sebagai tim tersukses kedua (9 titel) dan Borussia Dortmund (8 titel). Johanes Chandra Ekajaya

“Selamat kepada Bayern atas titel yang layak mereka dapatkan,” kata Loew

“Secara khusus sayan terkesan dengan Pep Guardiola dan para pemain tim nasional kami (yang ada di Bayern) dan telah membuktikan tetap lapar meraih sukses setelah meraih Piala Dunia lalu.

“Performa Bayern musim ini amat impresif. Dan mereka juga masih bisa meraih dua gelar besar lainnya,” tuturnya.

Setelah mengamankan titel Bundesliga, Bayern masih punya semifinal DFB-Pokal lawan Borussia Dortmund, Rabu (29/4) dinihari WIB, dan juga babak empat besar Liga Champions lawan Barcelona pada tanggal 6 dan 12 Mei depan. Sejauh ini Bayern sudah pernah sekali mencatatkan treble pada tahun 2013, setelah sebelum itu gagal melakukannya di 1999 dan 2010.

By : Johanes Chandra Ekajaya