Wednesday, 28/6/2017 | 8:59 UTC+0

Kisah Sukses Yohanes Chandra Ekajaya “Si Juragan Singkong Krezz yang Melegenda”

yohanes chandra ekajaay singkong krezz

Seorang ilmuwan dunia, Thomas Alfa Edison pernah berkata bahwa banyak orang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan saat mereka menyerah. Ini adalah sebuah kisah, dimana seorang anak manusia bernama Yohanes Chandra Ekajaya membuktikan hal tersebut. Dengan segala keterbatasan dan segala kegagalan, ia mencoba bangkit dari keterpurukan untuk mencapai sebuah keberhasilan. Dari modal dengkul, seorang pengusaha muda ini patut dijadikan sebagai panutan bagi kita semua.

Inilah sebuah kisah tentang seorang anak muda yang mampu memanfaatkan potensi lokal, sehingga menjadi suatu produk berkualitas dengan nilai jual yang luar biasa. Apresiasi yang besar patut dipersembahkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya yang mampu menyulap singkong menjadi sebuah makanan dengan cita rasa mewah. Itulah keripik singkong.

Dilatarbelakangi oleh serbuan produk makanan import, membuat Yohanes Chandra Ekajaya tidak ingin kalah dengan produk-produk luar negeri tersebut. Ia pun berkeyakinan bahwa nantinya, makanan berbahan baku singkong yang ia racik tersebut dapat naik kasta dan sejajar dengan makanan-makanan import. Sebuah stick singkong bermerek dagang “Singkong Krezz” telah menjadi camilan terpopuler di daerah Purwakarta dan sekitarnya.

Derasnya permintaan konsumen dari sejumlah daerah, dan dukungan naluri bisnis yang tajam telah berhasil menaikkan citra bisnis mereka naik kelas ke industri waralaba. Hasilnya, dalam waktu kurang dari 5 tahun, lebih dari 350 outlet “Singkong Krezz” dapat tersebar di seluruh Indonesia.

Keistimewaan dari produk olahan buatah Yohanes Chandra Ekajaya ini adalah sebuah terobosa dalam bisnis kuliner yang semula diremehkan oleh banyak orang. Oleh sebab itu, Singkong Krezz merambah dunia bisnis tersebut sebagai satu inovasi bisnis karya anak bangsa untuk bersaing dalam pasar makanan ringan di Indonesia. Singkong Krezz yang memiliki cita rasa lain ini hadir memenuhi kebutuhan pecinta makananan ringan di Indonesia.

singkong krezz yohanes chandra ekajaya

Bermula pada tahun 2010. Yohanes Chandra Ekajaya tengah berjalan di suatu daerah dan menemukan penjual singkong yang sepi peminat. Dari latar belakang tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya melihat jika sebuah makanan singkong tersebut dikemas dan diracik secara menarik tentu akan bernilai jual tinggi. Tepat pada tahun itu, Yohanes Chandra Ekajaya membuka sebuah gerai makanan ringan yang ia beri nama Singkong Krezz.

Melihat terobosan bisnis tersebut, banyak masyarakat yang kemudian tertarik untuk sekadar mencicipi produk olahan khas Yohanes Chandra Ekajaya tersebut. Varian rasa seperti keju, barbeque, jagung bakar, dan sebagainya mewarnai cita rasa dari produk tersebut. Keuntungan dari bisnis pun mulai tampak setelah tahun kelima, dimana Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mendapatkan omzet bulanan sekitar 400 juta.

Mendapatkan omzet yang tidak sedikit tersebut merupakan bukti kegigihan Yohanes Chandra Ekajaya untuk terus menaikkan bisnis Singkong Krezz ini. Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa setiap bulan ia memiliki target untuk membuka gerai Singkong Krezz di berbagai daerah. Kini, sekitar 350 outlet Singkong Krezz tersebut tersebar di berbagai wilayah seperti Sorong, Maluku, Jambi, Singkil, dan sebagainya, serta di semua daerah Jawa ia hampir membuka outlet Singkong Krezz.

Sistem yang digunakan oleh Yohanes Chandra Ekajaya untuk mengembangkan sayap bisnisnya tersebut denga menggunakan sistem waralab yang ia banderol dengan harga Rp 8 juta rupiah. Bagi mereka yang membuka waralaba tersebut akan mendapatkan hak lisensi selama 3 tahun dan pelatihan memasak singkong atau membuat produk Singkong Krezz yang diajarkan. Dalam pelatihan tersebut, para mitra bisnis akan diajarkan berbagai macam teknik seperti memilih singkong terbaik, meracik bumbu, dan sebagainya.

Tentu, kesuksesan tersebut tidak jauh dari berbagai macam cacian dan hinaan yang dulu pernah ia terima ketika belum mencapai keberhasilan. Pernah suatu ketika Yohanes Chandra Ekajaya dengan bangga membuka outlet di sebuah universitas, namun saat beberapa menit tengah siap untuk membuka outlet tersebut ia digerebek oleh satpol PP karena dianggap ilegal.

Selain itu, Yohanes Chandra Ekajaya dengan merek dagangnya yaitu Singkong Krezz tersebut memiliki kunci sukses yang dipraktekannya melalui tim manajemen yang kuat. Ilmu manajemen yang langsung dipraktekkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya melalui merek dagagnya ini ia peroleh dari kuliah magisternya. Namun, latar belakang akademiknya yang tinggi tersebut, tidak membatasi ruang geraknya untuk berbisnis makanan ringan yaitu Singkong Krezz. Justru, Yohanes Chandra Ekajaya menganggap bahwa latar belakang akademiknya tersebut hanyalah sebatas teori yang musti dipraktekkan. Oleh sebab itu, Yohanes Chandra Ekajaya mengaplikasikan ilmu manajemennya dengan bisnis Singkong Krezznya ini.

Yohanes Chandra Ekajaya pun tidak malu untuk berbisnis, karena ia yakin usaha yang diperjuangkannya akan menghasilkan sebuah hasil yang maksimal. Oleh sebab itu, lewat Singkong Krezz ini Yohanes Chandra Ekajaya membuat sebuah konsep yang populer dan lebih modern. Outlet yang ia buat pun dihias dengan aneka ragam ikon-ikon populer, warna-warna yang cerah, serta bentuk interior yang memanjakan mata. Selain itu, produk Singkong Krezz pun dibungkus dengan kemasan kertas ala french fries yang kita temukan dalam produk makanan impor. Dengan bahan baku yang memiliki citra tradisional tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya mampu meracik dan memberikan cita rasa yang lebih modern dalam produk Singkong Krezz.

Melihat keberhasilannya saat ini, tentu berbagai cerita kegagalan kerap ditemui oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Meski lahir di tengah keluarga yang beruntung, Yohanes Chandra Ekajaya bukan tipikal seorang yang memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh orang tuanya. Sejak duduk di bangku SMA, pria kelahiran 15 September 1985 ini memutuskan untuk keluar dari rumahnya dengan alasan ingin hidup bebas dan mandiri.

Hanya berbekal restu dari orang tua dan sebuah tas ransel berisi pakaian Yohanes Chandra Ekajaya merantau ke Semarang untuk mencari pengalaman hidup. Ia pun akhirnya pergi meninggalkan kampung tercinta untuk mendapatkan ambisinya menjadi seorang yang bebas. Dalam perjalanan ke Semarang, Yohanes Chandra Ekajaya berpikir bahwa kelak ketika ia pulang ke kampung halaman, ia menjadi seorang yang sukses. Sesampainya di Semarang, Yohanes Chandra Ekajaya menyewa sebuah kamar kos yang hanya berukuran kecil. Selama hampir dua bulan, Yohanes Chandra Ekajaya terus mengikut angin berhembus, dimana ia harus mencari sebuah keyakinan untuk mencari masa depan.

Setelah mengalami dilema berkepanjangan, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya pun memutuskan untuk melanjutkan studi. Ia mengambil jurusan Ekonomi di salah satu universitas swasta yang terdapat di Jawa Tengah. Selama melakoni tugas akademik, Yohanes Chandra Ekajaya pun tergolong sebagai salah satu mahasiswa yang terampil, kreatif, dan rajin.

Di tengah perkuliahan berlangsung, insting bisnisnya pun mulai muncul, dimana Yohanes Chandra Ekajaya dan teman-teman sejurusannya membuat program business day. Gagasan tersebut dilatarbelakangi dari program pemerintah yang menuntut semua elemen masyarakat untuk mendukung program ekonomi mandiri. Dalam pagelaran tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya membuat sebuah bisnis yang cukup menjanjikan yaitu dengan menjual batik. Namun, bisnis batik yang ia kelola bersama teman-temannya pun hanya bertahan tidak lama yaitu selama dua tahun. Hal tersebut dikarenakan, sistem manajemen yang digunakan oleh Yohanes Chandra Ekajaya dan teman-temannya tidak efektif.

Selang dua tahun kemudian, Yohanes Chandra Ekajaya memutuskan untuk pergi ke Yogyakarta. Kepindahannya di Yogyakarta tersebut dikarenakan ia telah merampungkan studinya di Semarang. Pada akhirnya, ia pun memutuskan untuk pindah ke Yogyakarta.

Selama di Yogyakarta, Yohanes Chandra Ekajaya melanjutkan studinya di program magister pada salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Sembari melanjutkan studi tersebut, ia dan kembali menjalankan sebuah bisnis. Kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya mencoba mencari peruntungan di bidang kuliner karena Yogyakarta dikenal sebagai ikon pariwisata.

Ide bisnis tersebut ia temukan ketika studi tour di suatu daerah melihat seorang penjual singkong. Disanalah, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya mencoba berinovasi dengan hasil bumi satu ini. Sesampainya di kamar kos, Yohanes Chandra Ekajaya memutar otak untuk menciptakan strategi bisnis yang tak banyak orang meliriknya. Maka, dibuatlah sebuah merek dagang bernama Singkong Krezz.

Bermodalkan dengan pinjaman dari Bank, Yohanes Chandra Ekajaya meminjam uang sekitar 10 juta rupiah untuk menggerakkan sektor bisnis yang ingin ia tekuni. Ia pun memulai dengan membeli singkong dengan berat sekitar 1 kilogram dan memotongnya dengan bentuk memanjang ala French Fries. Kemudian, ia pun menggorengnya dan mengundang beberapa teman-temannya untuk mencoba produk olahannya tersebut.

Ketika dilakukan uji produk, ternyata singkong racikan Yohanes Chandra Ekajaya tidak ada bedanya dengan produk singkong lainnya. Beberapa teman-temannya pun berpendapat bahwa singkong akan sulit mengalahkan dominasi KFC dan Mc Donalds dengan produk French Friesnya yang tentu saja digemari oleh semua kalangan.

Mendapat kritikan tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya tidak patah semangat. Hal tersebut dibuktikan melalui kecerdikannya dan ketelatenannya untuk menciptakan sebuah produk yang layak jual. Ia pun berpikiran bahwa setiap produk harus memiliki tawaran lain dari produk-produk lainnya. Pada akhrinya, Yohanes Chandra Ekajaya pun meracik sebuah resep yang tidak ada duanya, dimana singkong buatannya digoreng dengan sangat crispy. Paduan kerenyahan Singkong Krezz tersebut, akhirnya diberikan sentuhan yang berbeda dengan memberikan beraneka macam varian rasa seperti keju, barbeque, jagung bakar, dan sebagainya. Setelah berhasil mengkombinasikan tektsur singkong yang cukup keras dan renyah dengan varian rasa tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya kembali mengundang temannya untuk melakukan tes produk Singkong Krezz buatannya.

Hasil positif pun diterimanya ketika beberapa teman-teman yang ia undang untuk mencicipi produk tersebut dan alhasil teman-temannya menikmati produk dari Singkong Krezz. Beberapa temannya menilai bahwa singkong krispy buatan Yohanes Chandra Ekajaya ini akan sangat laku di pasaran ketika ia dapat mengemasnya dengan menarik. Kritik dan saran dari temannya pun ia amini, dan akhirnya ia pun membuat sebuah outlet dengan nuansa populer.

Outlet pertamanya dibuka di Jl Cik Di Tiro, dimana produknya dikemas dengan sangat elegan, dan outletnya pun disesuaikan dengan nuansa ala anak muda. Di tahun pertama, pendapatan Yohanes Chandra Ekajaya dari bisnis Singkong Krezz pun dapat dibilang rugi. Hal tersebut dikarenakan ketahanan bahan baku yang kurang baik dan pola marketing yang kurang baik.

Untuk menyiasati kedua kendala tersebut, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya pun menggunakan berbagai macam strategi agar produknya dapat memiliki tingkat kualitas yang maksimal. Berasaskan coba-coba dan berbagi ke beberapa ahli, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya dapat menyempurnakan produknya di tahun ke tiga.

Di tahun ketiga tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya baru mendapatkan kualitas produk yang maksimal. Setelah ia mendapatkan kualitas produk yang maksimal, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya mulai memperbaiki sektor marketing dalam bisnisya di Singkong Krezz. Dengan membuat model business plan, ia pun mulai mencari target pasar yang notabene diambil dari beberapa kalangan muda.

Kalangan muda tersebut, ia jadikan sebagai target utama karena Yohanes Chandra Ekajaya mampu membaca bahwa generasi muda memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi. Peluang tersebut ia gunakan untuk mengembangkan bisnisnya agar dikenal oleh masyarakat. Melalui strategi marketing berupa promo produk, sponsorship di berbagai acara, dan dari mulut ke mulut akhirnya membuat Singkong Krezz dikenal oleh masyarakat dengan sangat cepat.

Tidak lama strategi marketingnya ia lancarkan, dalam waktu tiga bulan Yohanes Chandra Ekajaya melalui Singkong Krezz dapat meraup hasil yang cukup signifikan. Dalam jangka waktu tiga bulan tersebut, pendapatan dari Singkong Krezz melejit dan produk olahan singkong beraneka varian tersebut mulai dikenal oleh masyarakat.

Meski mendapatkan hasil yang positif, Yohanes Chandra Ekajaya pun tidak puas begitu saja. Ia pun akhirnya membuat sebuah sistem waralaba yang menarik para mitra bisnis. Keseriusannya menekuni bisnis Singkong Krezz pun dibuktikannya dengan membuat sebuah sistem waralaba yang mana setiap orang dapat menjual makanan satu ini.

Tak lama kemudian Singkong Krezz besutan Yohanes Chandra Ekajaya pun berhasil mengadopsi sistem waralaba tersebut. Sistem tersebut ia dapatkan di bangku kuliah, dimana dalam sistem tersebut mengajak semua orang untuk bekerjasama dan membuka outlet Singkong Krezz dengan pengelolaan serta hak kepemilikan pribadi.

Setelah Yohanes Chandra Ekajaya membuka sistem waralaba pada produk-produk Singkong Krezz, akhirnya outlet-outlet Singkong Krezz menjamur di seluruh daerah di Indonesia. Hampir semua daerah membuka outlet dari Singkong Krezz karena produk-produk olahan dari Singkong Krezz memiliki cita rasa khas nusantara.

Dari keberhasilan tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi, dimana pengusaha muda terbaik patut tersemat dalam namanya. Selain itu, ia pun berhasil membuktikan kepada tanah kelahirannya bahwa ia pulang membawa sejumput kesuksesan dan kebanggaan yang tak terkira.

Berkat kesuksesannya tersebut, kini Yohanes Chandra Ekajaya kerap diundang sebagai motivator dalam seminar-semianr bisnis yang diselenggarakan di seluruh Indonesia. Pengusaha muda yang belum genap 40 tahun tersebut telah meraih kesuksean di usia mudanya, dimana lewat bisnisnya Singkong Krezz tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya berhasil meraup keuntungan yang besar. Namun, berkat jiwa sosialnya yang tinggi dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, ia pun juga kerap mendampingi para pengusaha muda dalam merancang produk, marketing, dan mengajarkan sistem waralaba.

Kini, di sela-sela waktu luangnya dan mendapatkan passive income, Yohanes Chandra Ekajaya tetap berpikir untuk mengembangkan produknya. Kini, Singkong Krezz tak hanya hadir dalam varian rasa, rencananya Yohanes Chandra Ekajaya akan menambah produk lain yaitu bolu singkong. Meski, ia masih merahasiakan cita rasa dari produk baru tersebut, rencananya tahun depan Yohanes Chandra Ekajaya akan meluncurkan makanan satu ini. Itulah segelintir kisah inspiratif dari seorang pengusaha muda yang kini telah sukses meraih impiannya. Ya, masihkah Anda takut untuk sukses? Mari berwirausaha.