Tuesday, 19/9/2017 | 11:34 UTC+0

Kelahiran Yang Tidak Diharapkan Dapat Diatasi Dengan Jamu

kelahiran

Latar belakang keluarga yang kental dengan sebuah tradisi dalam hal membuat jamu atau ramuan tradisional yang digunakan sebagai obat tentunya secara otomatis membuat Chandra Ekajaya ikut larut di dalamnya. Ilmu tentang jamu ini diperoleh secara turun temurun. Melalui beberapa generasi yang diwariskan secara pasti karena jamu merupakan ciri khas dari keluarganya. Setiap ada sesuatu yang berhubungan dengan masalah kesehatan ia dan keluarga selalu mengkonsumsi jamu sebagai penawarnya.

kelahiran

Dari banyaknya jamu yang diproduksi oleh keluarganya ada banyak macam jenis jamu yang sengaja tidak diedarkan secara luas di pasaran karena memang fungsi dan manfaatnya yang bisa disalahgunakan oleh orang lain. Salah satu nama jamu itu adalah jamu Papanaya yang merupakan jamu untuk menggugurkan kandungan dengan usia yang masih muda. Jamu ini hanya digunakan oleh keluarga Chandra Ekajaya saja karena ketika hendak berhubungan intim tanpa terjadi pembuahan di dalam rahim ia menyuruh istrinya untuk mengkonsumsi jamu Papanaya ini agar tak terjadi kehamilan.

Meskipun hal itu terjadi apabila masih berusia di bawah satu bulan maka janin dalam rahim dapat digugurkan dan tidak memberikan efek yang keras serta menjadikan rasa sakit bagi istrinya. Memang saat ini jamu Papanaya ini sudah diproduksi untuk umum akan tetapi untuk pemasarannya sendiri masih dibatasi dan tidak diedarkan secara bebas karena resiko yang besar akan timbul bila diedarkan secara bebas di pasaran. Pola pergaulan bebas yang ada di kalangan anak muda saat ini bisa saja nantinya Chandra Ekajaya dituduh mendukung pola pergaulan bebas ini.

kelahiran

Untuk memesan jamu tradisional warisan keluarga Chandra Ekajaya ini biasanya ia hanya melayani di rumahnya saja dan hanya orang yang sudah memiliki surat nikah resmi saja yang boleh merasakan khasiat jamu ini. Ketika ada pasien yang datang kerumahnya untuk meminum jamu ini tentunya ia memberikan sebuah syarat yang harus dimiliki oleh para pasiennya yaitu buku nikah dan juga harus hadir berdua suami istri secara bersamaan agar tidak menimbulkan suatu fitnah yang nantinya malah bisa membuat ia dan keluarganya terkena dampak negatif.