Friday, 17/11/2017 | 5:35 UTC+0

Ekor Dan Kepala Ular – Cerita Inspiratif

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya – Apa kabar teman-teman semua. kali ini saya ingin membagikan sebuah cerita yang berjudul “Ekor Dan Kepala Ular – Cerita Inspiratif” silahkan di simak.

Suatu ketika, seekor ular sedang merayap di hutan. Entah karena alasan apa, Ekor ular (EU) marah dan protes pada Kepala Ular (KP).

EU protes kepada KP, “Hei, kepala. Kenapa kau selalu ada di depan sedangkan saya ada di belakang dan terus mengikutimu dari belakang? Ini gak adil.”

KP membalas protes EU, “Masa kamu gak tau. Saya ini kan punya mata. Jadi ya, saya yang menuntun kamu.”

EU tidak mau kalah dengan KP. “Heh, kamu jangan sok ya. Kalau bukan karena aku, kamu mana bisa bergerak dan ke mana-mana. Tanpa aku, kamu cuma bisa diam di tempat.”

KP juga tidak kalah sengit meledek, “Lihatlah kenyataan sekarang ini. Nyatanya saya tetap ada di depan dan kamu tak bisa apa-apa kecuali mengikutiku.”

Merasa dirinya kalah dan tak bisa membalas, EU melilitkan dirinya pada sebatang pohon dengan erat. Lalu ia berkata dengan penuh kemenangan, “Hahaha. Ayo, kita lihat apa kamu masih bisa bergerak.”

KU terus berusaha maju dengan sekuat tenaga. Ia terus bergerak dan meronta-ronta agar EU terlepas dari lilitannya. Tapi ia tetap tidak bergerak sedikit pun. Lama-lama akhirnya ia menyerah.

KP berkata dengan napas tersengal-sengal, “Baiklah, kamu menang. Aku kalah. Kamu sekarang boleh maju di depan duluan.”

Sejak itu EU yang menuntun perjalanan si ular. Namun karena EU tidak punya mata, otomatis tidak bisa melihat. Karena tidak bisa melihat, si ular berjalan tak keruan dan menabrak apa pun sehingga sekujur badannya sakit karena luka-luka.

EU akhirnya angkat bicara, “Hai kepala, kamu saja deh yang ada di depan. Aku tak sanggup. Ternyata kita punya tugas dan keunggulan sendiri-sendiri.”

Pembaca sekalian,

Dari cerita di atas, kita dapat belajar bahwa setiap orang punya keunikan, kelebihan, keunggulan dan perannya masing-masing.

Jadi Anda tidak perlu cemas dengan kekurangan yang dimiliki. Juga tidak perlu takut dengan kelebihan yang dimiliki orang lain. Yang perlu Anda lakukan adalah mengasah kelebihan Anda setajam pisau sehingga membuat Anda unggul.

Tidak perlu membandingkan diri Anda dengan orang lain. Karena setiap orang itu unik, dibekali dengan berbagai kekurangan plus kelebihannya. Membandingkan itu sebenarnya sangat subjektif dan relatif, karena sat hal belum tentu lebih baik dari hal lain. Semua itu tergantung faktor dan kondisi.

Apakah ekor ular lebih baik dari kepala ular dan sebaliknya? Tidak. Tergantung situasi dan kondisi. Kalau untuk melihat jalan, tentu saja kepala lebih baik. Tapi kalau urusan bergerak, tentu saja ekor lebih baik perannya. Jadi tidak ada yang lebih baik antara satu dengan yang lain, melainkan bekerja sama dan bersinergi untuk mencapai tujuan.

Jadi ketika bertemu orang yang menurut Anda lebih baik, jangan langsung minder. Belum tentu mereka lebih baik dari Anda karena prinsip dasarnya adalah setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anda menganggap orang lain lebih baik karena Anda melihat kelebihannya yang tidak Anda miliki. Padahal Anda juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki mereka. Camkan dan renungkan itu.

Jadi, Anda juga punya kelebihan. Anda juga bisa melakukan yang terbaik bagi diri sendiri, orang lain maupun berkontribusi bagi hidup dan dunia ini. Semua ini bisa diwujudkan jika Anda sadar siapa diri Anda.

Semoga cerita Ekor Dan Kepala Ular – Cerita Inspiratif ini bisa menjadi contoh dan motivasi untuk kita semua. salam saya Yohanes Chandra Ekajaya.