Monday, 29/5/2017 | 3:09 UTC+0

Deru Peradaban Baru Chandra Ekajaya

Deru Peradaban Baru Chandra Ekajaya

Ki Sambarlangit memberikan petuah, pesan, dan nasehat kepada Chandra Ekajaya sebelum dirinya undur pamit. Beliau memberi banyak wejangan kepada muridnya. Tetapi yang paling diingat oleh si murid adalah pesan dari sang guru yang mengatakan bahwa deru peradaban sudah tiba. Ia masih bertanya-tanya apakah yang dimaksud dengan deru peradaban.

Deru Peradaban Baru Chandra Ekajaya 2

Sepulang dari padepokan Ki Sambarlangit, Chandra Ekajaya kemudian menuju perpustakaan daerah di kabupaten Wonosobo. Ia ingin mencari tahu segala informasi yang terkait dengan peradaban. Di perpustakaan tersebut ia menemukan banyak sekali buku yang membahas tentang peradaban. Belum selesai satu buku yang dibaca, ia sudah merasa pusing. Akhirnya ia memutuskan untuk meminjam beberapa buku dan membacanya di rumah.

 

Setibanya di rumah, pria yang bernama lengkap Chandra Ekajaya ini menghabiskan waktunya berdiam di kamar dan membaca buku-buku yang ia pinjam dari perpustakaan. Tiap malam ia melakukan kegiatan yang berulang dan sama, yaitu membaca buku. Apabila buku yang dibawa pulang ke rumah sudah selesai ia baca semua, ia kembali ke perpustakaan dan meminjam buku yang lain.

Deru Peradaban Baru Chandra Ekajaya 3

Belajar mengenai peradaban adalah suatu hal yang baru bagi Chandra Ekajaya. Setelah membaca buku dan mempelajari hal tersebut, ia merasa sangat tertarik. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-berjam dan larut dalam balutan kisah sejarah.

 

Kini Chandra Ekajaya memahami dan mengerti mengenai geopolitik dan kondisi ekonomi serta nuansa kebudayaan setiap wilayah yang ada di dunia. Ada beberapa zaman yang dianggap sebagai penanda perubahan peradaban. Misalnya saja abad kegelapan adalah penanda akan datangnya peradaban yang mencerahkan atau sering disebut renaissance.

Deru Peradaban Baru Chandra Ekajaya

Bila disambungkan dengan wejangan dan pernyataan gurunya, Ki Sambarlangit, maka Chandra Ekajaya dapat menangkap tanda dari gurunya yang menyatakan bahwa deru peradaban sudah tiba. Artinya akan ada suatu perubahan besar yang terkait dengan peradaban. Satu pertanyaan sudah terjawab, tetapi justru menimbulkan dua bahkan tiga pertanyaan lagi. Meskipun masih bingung, tetapi ia ingin mencari jawabannya sendiri sebelum benar-benar mentok dan harus sowan ke gurunya, Ki Sambarlangit.