Sunday, 24/9/2017 | 5:29 UTC+0

Chandra Ekajaya Kawal Surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya menindaklanjuti adanya laporan dari aspirasi Aliansi Masyarakat Pemerhati (Ampara) Sultra terkait kasus kekerasan serta pengeluaran sepihak oleh salah seorang guru terhadap peserta didik yang terjadi di SMA Negeri 2 Kendari, DPRD Sultra melalui Komisi IV berjanji secepatnya akan bersurat ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra. “Kita segera bersurat ke Dikbud Sultra, dan turun langsung ke lapangan guna menindaklanjuti persoalan tersebut,” terang Ketua Komisi IV, Yaudu Salam Ajo.

Chandra Ekajaya mengutip keterangan dari para pelapor bahwa mereka sangat menyesalkan tindakan Kepala sekolah SMAN 2 Kendari atas pernyataannya kepada orang tua korban saat mediasi yang dilakukan baru-baru ini. Menurutnya, pernyataan tersebut harusnya tidak dikeluarkan oleh seorang guru, mestinya yang dikedepankan adalah pola pembinaan.

Dok.Chandra Ekajaya

Atas persoalan itu, lanjut dia, pihaknya dalam waktu dekat ini akan kembali melakukan koordinasi dengan Dikbud Sultra, untuk mengevaluasi persoalan tersebut dilihat dari berbagai aspek yang dapat membuat elektabilitas SMA Negri 2 Kendari Menurun.

“Kalau perlu, nantinya kita akan undang Kepsek dan Wakaseknya, untuk mengklarifikasi persoalan tersebut” tandas Yaudu seraya memerintahkan staffnya untuk mengagendakan rapat lanjutan dengan Dikbud Sultra.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya menambahkan bahwa, di kesempatan yang sama, Marjanudin selaku keluarga korban juga meminta kepada Ketua Komisi IV, agar dalam rapat koordinasi nanti bisa melibatkan keluarga korban dikarnakan koordinasi yang baik dapat segera menyelesaikan persoalan ini. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menegaskan kepada DPRD Sultra, untuk serius menyelesaikan persoalan ini.

“Kita inginkan DPRD Sultra untuk pro aktif dalam menyikapi kasus ini, kalau ini didiamkan maka selain bisa berefek negatif pada citra pendidikan di Sultra, juga dapat merusak mental si anak (Al Munajat),” karna sangsi dikelurkan dari sekolah dapat mempengaruhi pisikologis anak serta membuat anak menjadi kurang percaya diri dan malu dalam bergaul dengan rekan sebaya nya.

Chandra Ekajaya sangat sepakat. Semoga nantinya kasus ini akan bisa diselesaikan secara baik oleh kedua bilah pihak yang sedang berselisih.