Tuesday, 25/7/2017 | 6:52 UTC+0

Chandra Ekajaya Jemput Rezeki Dengan Bisnis Minum Teh

Chandra Ekajaya Jemput Rezeki1

Menurut Chandra Ekajaya selain air putih dan kopi, teh menjadi minuman wajib bagi penduduk Indonesia ketika menghadapi hari. Sebelum memulai aktivitasnya di pagi hari, entah itu bekerja, sekolah, atau pun kegiatan yang lain, banyak orang yang menyempatkan diri untuk menyeduh teh sebagai mood boosternya dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Kegandrungan masyarakat Indonesia terhadap teh inilah yang membuat pengusaha Chandra Ekajaya menjemput rezeki.

Pangsa pasarnya yang luas dan besar, Chandra Ekajaya membuat peruntungan rezekinya di bisnis minuman teh. Ia menggunakan trik psikologis untuk mendongkrat penjualan. Ia menjual teh seduh yang bahan-bahannya berasal dari luar negeri, salah satunya berasal dari negeri Gajah Putih, yaitu Thailand.

Dok.Chandra Ekajaya

 

Dua tahun terakhir, teh Thailand atau biasa disebut Thai Tea menjadi tren baru di dunia para penikmat teh. Pengusaha Chandra Ekajaya sangat cermat dalam mengamati tren dan peluang bisnis tersebut. Ia mendapat ide membuka warung teh seduh ketika melihat orang-orang Jepang di Indonesia sangat menikmati prosesi minum teh di suatu warung teh kota Yogyakarta.

Setelah melihat kejadian itu pun pengusaha Chandra Ekajaya kemudian gemar mengonsumsi teh seduh. Mulai dari teh hijau Jepang hingga Thailand pun ia jajal. Ternyata hatinya tertambat pada teh buatan Thailand. Untuk warung tehnya pun ia mendapatkan bahan baku langsung dari negeri Gajah Putih.

Dok.Chandra Ekajaya

Untuk pembuatannya pun sama seperti membuat teh pada umumnya. Chandra Ekajaya pun mengatakan bahwa dalam proses pembuatan sebenarnya tidak ada perbedaan sama sekali, yaitu daun teh diseduh dan disaring menggunakan air panas. Lalu dicampur bersama gula dan susu.

Susu itulah yang membedakan teh Indonesia dengan Thai Tea. Kebanyakan orang Indonesia jarang yang mencampurkan susu ke dalam teh. Menurut Chandra Ekajaya, masyarakat Indonesia masih memandang tabu untuk mencampur susu dengan teh. Bagi mereka yang dibolehkan untuk dicampur dengan susu hanyalah kopi dan minuman lain, asalkan bukan teh. Sebab ketika menyeduh teh, rata-rata orang Indonesia menginginkan kemurnian. Tetapi prinsip seperti itu saat ini telah bergeser dan berubah.