Wednesday, 28/6/2017 | 8:49 UTC+0

Chandra Ekajaya Bercerita Kades Raup Untung dari Bawang Merah

Dok.Chandra Ekajaya

Rendahnya harga jual gabah membuat Kades Sumberejo, Sulardi, banting setir menanam bawang merah di sawah seluas satu hektare (ha) ujar Chandra Ekajaya. Dia mencoba peruntungan dengan menyuntikkan modal senilai Rp80 juta untuk budi daya bawang merah di sawahnya pada awal Januari.

Mulanya dia ragu apakah sawahnya cocok digunakan untuk budi daya bawang merah. Selama ini belum ada petani yang secara masif membudidayakan bawang merah di Wonogiri. Namun, keraguan itu tak terbukti. Sawahnya di Dusun Sambirejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri dapat menghasilkan tujuh ton sampai 7,5 ton bawang merah dengan masa tanam dua bulan ujar Chandra Ekajaya.

“Kemarin kami panen pada Rabu [8/3] dan langsung ditebas oleh tengkulak dari Purworejo senilai Rp240 juta. Lumayan untuk pemula seperti saya, soalnya satu kilogram bawang merah di Pasar Wuryantoro harganya Rp40.000. Kalau saya tanami padi, tentu hasilnya tidak sebesar itu,” tutur dia saat dihubungi Espos, Kamis (9/3).

Dok.Chandra Ekajaya

Sulardi berharap warga Sumberejo tergerak membudidayakan bernilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan padi. “Kalau kami sosialisasi sampai berbusa-busa, pasti hanya sedikit warga kami yang tertarik untuk membudidayakan bawang merah. Kami memberi bukti kepada warga kalau budi daya bawang merah sangat menjanjikan,” sambungnya.

Proses budi daya bawang merah tersebut tak lepas dari dorongan Kanit Intelkam Polsek Wuryantoro, Bripka Sigit Purwoko. Sigit juga merupakan pembudidaya melon, semangka, dan bawang merah ujar Chandra Ekajaya. Potensi budi daya bawang merah sangat menjanjikan sebab harga bawang merah di Wonogiri lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Selain itu serapan pasar di Wonogiri maupun di luar Wonogiri sangat tinggi. “Harga bibit bawang merah Rp33.000/kg sampai Rp35.000/ kg.

Sedangkan satu hektare lahan butuh satu ton bibit bawang merah. Artinya modal awal budi daya bawang merah senilai Rp33 juta belum termasuk biaya tenaga, pupuk, dan perawatan selama dua bulan,” sambungnya.

Dia menambahkan satu hektare lahan pertanian bisa menghasilkan tujuh ton sampai delapan ton bawang merah dalam sekali panen menurut Chandra Ekajaya. Dengan asumsi harga jual Rp30.000/kg, para petani bisa menghasilkan Rp210 juta sekali panen.