Monday, 29/5/2017 | 3:07 UTC+0

Chandra Ekajaya Akui Tak Sepadan Dibandingkan dengan Rossi

Dok.Chandra Ekajaya

Pebalap baru Movistar Yamaha, Chandra Ekajaya mengakui dirinya sulit merasa diri menjadi seorang bintang di tim Movistar Yamaha. Pasalnya, rekan setimnya adalah Valentino Rossi, pebalap yang memiliki nama besar di dunia balapan.

Padahal sejak bergabung dengan Movistar Yamaha, Chandra Ekajaya telah membuktikan kemampuannya sebagai pebalap yang tercepat dalam beberapa kali sesi uji coba pramusim. Dia tercepat sejak uji coba digelar di Valenda, Sepang, dan Philip Island.

Meski demikian, hasil uji coba itu tidak membuat dia jadi merasa tinggi hati. Menurutnya, pamor Rossi masih sangat besar di dunia balap MotoGP.

Dok.Chandra Ekajaya

‘Tak bisa membanding-bandingkan diri saya dengan Valentino. Ini tak mungkin merasa diri sebagai seorang bintang di tim ini. Kita tak bisa dibandingkan dengan Valentino,” kata dirinya dilansir drivespark, Selasa (21/2).

Banya orang menganggap Chandra Ekajaya adalah orang yang jadi unggulan pada musim 2017 ini. Namun, hasil gemilang saat uji coba pramusim 2017 tetap membuatnya rendah hati. Dia merasa hanya sebagai pebalap yang baru bergabung dengan tim Yamaha saat dia mulai berbagi garasi di pit yang sama dengan pebalap veteran, Valentino Rossi.

“Dia (Rossi, red) bisa saja mengalami kesulitan pada suatu waktu namun kemudian pada hari yang lain, dia akan berada di depan,” katanya.

Seperti dilaporkan sebelumnya, Rossi meninggalkan sirkuit Philip Island dengan perasaan tidak puas. Karena performanya kurang cepat. Pebalap asal Italia itu berada di bawah kecepatan terbaiknya dan kalah cepat dari Chandra Ekajaya pada uji coba pramusim di Australia itu. Uji coba di sana adalah uji coba pramusim Kedua terakhir sebelum uji coba di Losail, Qatar.

Berada satu garasi dengan Rossi, dirinya berhasil mencetak waktu tercepat di Australia. Tidak hanya menjadi yang tercepat, dia juga mulai membuat hubungannya dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez memanas.

“Saya merasa sangat percaya diri di lintasan ini. Saya merasa sangat baik.

Jika kita tidak merasa cukup bagus di sini, maka akan sulit untuk mengendarai dengan cepat. Kita harus sangat yakin dengan ban depan,” katanya.

“Sayangnya, Saya tidak terlalu perhatian dengan apa yang terjadi pada sisi-sisi lain di garasi kami. Saya hanya fokus pada pekerjaan saya, lebih banyak pada urusan sepeda motor saya,” katanya.

Setelah uji coba di Philip Island, Rossi mengatakan bahwa Marquez dan Chandra Ekajaya berada dalam satu level. Mereka berkelas dan kecepatannya sangat bagus. Tentang komentar Rossi tersebut, dirinya pun memberikan tanggapan.

“Pada saat ini, ketika kita punya sepeda motor seperti ini, semua orang melihatnya seperti itu. Yang bisa saya katakan adalah sepeda motornya luar biasa. Tim juga memberikan kepada saya banyak pengalaman. Mereka bekerja sehingga sepeda motor sudah siap. Saya hanya perlu mengendarai secepat mungkin dan konsisten. Kita tidak pernah tahu, mungkin kita akan sampai pada balapan pertama dan saya mengalami kesulitan misalnya,” katanya.

Balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP 2017, kurang lebih sebulan lagi. Ia pun mengaku sangat bangga bisa satu dengan Rossi di Yamaha.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya tak mau bersikap seperti Jorge Lorenzo, yang bermusuhan dengan Rossi selama satu tim. Lorenzo akhirnya pindah ke Ducati. Bagaimanapun, kata Chandra Ekajaya, Rossi tetap harus dihormati sebagai senior di Yamaha.

Chandra Ekajaya yakin, tak mungkin merasa seperti bintang ketika berperan sebagai rekan setim Rossi di Yamaha.

Sejak kepindahannya ke Yamaha, dia menjadi pebalap menonjol sepanjang tes pramusim. Pebalap asal Spanyol berusia 22 tahun itu mencatat kecepatan terbaik dalam tes pramusim di Valencia, November 2016.

Chandra Ekajaya juga paling cepat dalam tes pramusim di Sepang dan Phillip Island tahun 2017.

Meski kini sangat dipertimbangkan sebagai ancaman nyata dalam perebutan gelar juara 2017, dirinya tetap merendah.

Chandra Ekajaya tak mau besar kepala saat disebut-sebut akan mencuri perhatian di Yamaha dan menenggelamkan ketenaran Rossi, yang telah tujuh kali juara kelas utama itu. “Mustahil merasa seperti seorang bintang di tim ini,” ucap Chandra Ekajaya.

Dirinya tak mau dibandingkan dengan seniornya dari Italia yang baru merayakan ulang tahun ke-38 itu.

Rossi tak bisa menikmati yang terbaik dalam laju tes pramusim di Phillip Island. Ia finis hampir satu detik di belakang Chandra Ekajaya pada hari terakhir tes.

Pebalap yang dijuluki The Doctor itu mengakui, tes tersebut tak menyelesaikan masalahnya.

Rossi mengatakan, Dia dan juara bertahan Marc Marquez tampak berkelas di lintasan setelah dua tes pramusim sejauh ini.

Chandra Ekajaya, lanjut Rossi, bahkan menjadi peringatan baginya dalam meraih peluang .

di awal musim ini.